HIDUPLAH DI SEPANJANG WAKTUMU

Waktu itu adalah sebuah dimensi ciptaan Allah yang sangat unik.

Dia bersama kita, tapi tak pernah bisa dikendalikan.

Dia terus berjalan tanpa bisa kita hentikan, dan terus menyeret kita bersamanya.

Kita hanya bisa menghitung detik, menit dan jamnya yang terus berakumulasi mengurangi jatah hidup kita di dunia ini.

Dia hanya bisa direncanakan, di program dan diprediksi tanpa pernah bisa di intervensi.

Maka Allah mengingatkan kita, “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.Luqman : 34)

“Hidupmu adalah hari ini! bukan esok ataupun kemarin!” sebuah kalimat bijak yang saya dengar diucapkan oleh seorang pengisi ceramah tarawih Ramadhan di mesjid depan kosan saya di Makasar dua tahun silam hingga detik ini masih terus terngiang di kepala ini. Ya kita memang tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi kemarin dan merisaukan akan esok hari, tapi maksimalkan dan manfaatkan saja seluruh waktu kita hari ini dengan kebaikan karena hidup kita adalah untuk hari ini dan tidak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi esok  hari.

Hargailah setiap detik waktumu, karena pada dasarnya tidak ada detik yang berulang, melainkan hitung mundur menuju detik terakhir.

Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menghargai waktu berarti menghargai kehidupannya. Siapa tidak menghargai waktu pasti ia sedang menjadi mayat berjalan. Waktu adalah saat-saat yang menentukan. Siapa tidak menentukan hal-hal penting setiap saat maka dia dalam kondisi genting.

Kalau ada orang yang bilang bahwa waktu itu mahal harganya, rasanya itu bener. kalo ada orang yang bilang bahwa waktu itu adalah emas, kayaknya bener juga. Waktu semakin naik nilai jualnya karena semakin lama kuota waktu setiap anak manusia semakin menipis, dan ini yang sering kita lewatkan. Padahal setiap manusia pastinya sangat memahami hal yang prinsip banget  ini.

Keteledoran kita membuang waktu berarti sama juga melepaskan peluang emas dan sesuatu yang amat mahal harganya. Pantas jika Rasulullah saw. mengingatkan ummatnya: “Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu ketika menjalaninya, yakni kesehatan dan kesempatan”.

Coba tanyakan pada diri kita sendiri, sudah berapa lama rasanya kita hidup ? pasti rasanya baru sebentar, rasanya baru kemarin perpisahan SD, rasanya baru kemarin perpisahan SMP, rasanya baru kemarin perpisahan SMA, rasanya baru kemarin Wisuda, rasanya baru kemarin di terima kerja, eh tapi ternyata sekarang umur kita sudah semakin tua padahal semuanya rasanya baru kemarin, rasanya perputaran hari begitu cepat tau-tau eh udah jum’at lagi..  Seperti firman Allah di Surat Al Mu’Minuun 112 -115 :

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

Dunia memang terlalu besar buat diukur dengan kita yang kecil ini. Namun hidup sejatinya terlalu pendek bila dibandingkan dengan umur dunia yang masih panjang sedang tenaga kita amat terbatas jika dibandingkan dengan kewajiban-kewajiban kita yang begitu berat. Sebab itulah alangkah banyaknya umur yang terbuang sia-sia kalo pikiran hanya dipergunakan untuk soal yang remeh-remeh. Wallahua’lam bis shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: